Sabtu, 20 November 2010

When You Believe

Ketika malam mendung
Kau bilang bintang bertaburan sangat indah
Aku percaya
Padahal hanya satu bintang saja yang dapat kulihat

Ketika bulan hanya memperlihatkan seperempat bagiannya saja
Kau bilang malam begitu terang
Aku percaya
Padahal malam itu lebih gelap dari malam-malam biasanya

Ketika hujan lebat di sore hari
Kau bilang sore itu begitu hangat
Aku percaya
Padahal aku sedang berselimut di pojok ranjang

Ketika ditengah kesendirian
Kau bilang hidup ini menyenangkan
Aku percaya
Padahal aku sedang menangis di depan cermin

Aku mencoba percaya apa yang kau katakan
Aku berusaha mempercayainya
Dengan segenap ketulusan dan keikhlasan
Berharap kau pun mau percaya apa yang kukatakan

Kuingin kau percaya pagi ini menyebalkan
Walau kau sedang dalam perjalanan dengan mobil barumu

Kuingin kau percaya siang ini panas
Walau kau sedang diruangan ber AC

Kuingin kau percaya sore ini begitu dingin
Walau kau sedang menikmati secangkir kopi hangat dan semangkuk mie instant bersama teman-temanmu

Kuingin kau percaya malam ini melelahkan
Walau kau sedang duduk dikursi pijat

Kuingin kau percaya hidup tak selamanya indah
Seperti kau mempercayai dunia ini begitu indah

Kuingin kita saling percaya
Apapun yang terjadi
Pahit, manisnya kehidupan
Karena kepercayaan akan menghadirkan kenyamanan dan kedamaian dalam hidup




Untuk seseorang yang Tuhan takdirkan menemani pahit manisnya kehidupan^^

I Love Papa

Lagi buka-buka FB, ga sengaja nemu notes orang. Langsung copas dahh, ga sabar buat berbagi sama yang lain. Saya nagis bacanya :'(



Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa ?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu ?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian ?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “ Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya ” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi ?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.






Ketika kamu sudah beranjak remaja.

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “ Tidak boleh !”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu ? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?






Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia. Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang ?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa.”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu ?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…. kuat untuk pergi dan menjadi dewasa…

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan.

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “ Tidak…. Tidak bisa ! ”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “ Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu ”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “ Putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang ”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis ?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata : “ Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”





Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.
Papa telah menyelesaikan tugasnya.





Papa, Ayah, Bapak kita… adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “ KAMU BISA ” dalam segala hal..



I Love Papa^^





Sabtu, 13 November 2010

Go Away, please....!!!

Liat judulnya, kayaknya sadis banget... haha, efek sering dengerin lagu 2ne1 nih. haha, *dasar k-pop lovers. Haha, mungkin juga masih terbawa suasana hati yang kelabu.. huhuhu:'(


Untuk seseorang yang sering aku sebut Mr. L (kayaknya mah orangnya juga ga tau) hehe

Makasi buat semuanya ya..


Makasi uda buat aku deg-degan, tangan dingin, muka pucet, sakit perut dan penyakit-penyakit orang cemas lainnya pas ketemu kamu.

Makasi uda bikin muka aku bertabur bintang-bintang alias jerawatan.

Makasi uda banyak support aku, walau kadang aku nanggepinnya ga serius. haha *maaf.

Makasi uda buat aku terus-terusan mikirin kamu, padahal belom tentu kamu mikirin aku juga. *DODOL...

Makasi uda dateng ke mimpi-mipi aku. Aku ga tau itu termasuk mimpi indah atau bukan. haha..


Maaf, aku uda mengecawakan kamu, tapi aku harap kamu mau nerima.

Aku mau mencoba untuk ngelupain kekhilafan yang udah kita buat, sebelum semuanya semakin rumit, mumpung belum terlalu jauh.

Semoga kita bahagia dengan pilihan kita masing-masing ^_^

Rabu, 10 November 2010

UTS Statistika

UTS Statistika sukses bikin aku pusing nyut-nyutan. Padahal soalnya cuma 2, tapi aku ngerasa soalnya ratusan. Beuuhh, mana aku ga belajar lagi. Ya uda, ngandelin ingatan aja dahh... Kayaknya soalnya gampang kalo aku belajar. Tapi untuk bisa belajar, itu yang susah.

Berharap dosennya ngantuk pas ngoreksi, trus jawaban uts aku dibetulin semua. Haha, tapi kayaknya mah ga mungkin. Ya udalah, tidur aja. Semoga pas bangun, ternyata semuanya cuma mimpi :)

Jangan nangis lagi ya, cantik.

Omagong... Apagong...egigong... *sambil niruin jogetnya ji eun full house.

" Ayo, happ.. Kita nyanyi lagi supaya Icha ga nangis lagi."

Semangat cha, jangan nangis mulu dong. Lupain dia cha. Icha pasti bisa...

Emang sih, pasti sakit banget kalo tau cowo yang kita suka deket sama cewe lain. Tapi itu pasti ga akan lama kalo Icha mau ikhlasin. Katanya Icha seneng liat dia bahagia. Keep smile, cantik.

" Lagu Go Away nya happ. Go...go away e..e..e " *kali ini joget niruin gaya Happy.

Ayo Icha lupakan dia. Icha pasti bisa...

Jangan nagis lagi, cantik^^

Selasa, 09 November 2010

Aku menyebutnya Kelelawar

Aku menyebutnya kelelawar, karena ia sering datang ketika malam
Aku suka caranya yang mengendap-ngendap dikegelapan
Tak terlihat tapi ada

Saat pagi menggantikan malam, ia bersembunyi
Dia tetap tak ingin aku melihatnya
Aku hanya tertawa kecil, saat aku melihat sedikit bayangannya di balik pepohonan

Aku menyebutnya kelelawar, karena seolah ia dapat melihatku dikegelapan
Saat tak seorang pun mampu mencariku di ruang yang gelap, ia malah sedang memperhatikanku dari kejauhan

Aku suka caranya
Tak terlihat tapi ada

Seperti ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, kurasa kelelawar sepertinya pun bermetamorfosis
Kini, ia datang disaat langit terang
Ia pun tak lagi suka menyembunyikan raganya
Aku bisa melihatnya kapan pun juga
Ia terang-terangan menatapku di bawah cahaya lampu jalanan

Dan kini, aku akan menyebutnya pemberani, karena ia tak lagi suka bersembunyi dibalik pepohonan.
Aku bisa melihat bayangnya jelas dihadapanku dan ia pun dapat melihat bayanganku jelas dihadapannya
Mungkin, saat ini kita bisa saling memandang



Tapi aku suka caranya yang dulu
Tak terlihat tapi ada

Datang disaat malam
Bersembunyi dibalik pepohonan
Memperhatikannku dikegelapan

Aku suka menyebutnya kelelawar
Dan kuharap, tetaplah menjadi kelelawar