Selasa, 09 November 2010

Aku menyebutnya Kelelawar

Aku menyebutnya kelelawar, karena ia sering datang ketika malam
Aku suka caranya yang mengendap-ngendap dikegelapan
Tak terlihat tapi ada

Saat pagi menggantikan malam, ia bersembunyi
Dia tetap tak ingin aku melihatnya
Aku hanya tertawa kecil, saat aku melihat sedikit bayangannya di balik pepohonan

Aku menyebutnya kelelawar, karena seolah ia dapat melihatku dikegelapan
Saat tak seorang pun mampu mencariku di ruang yang gelap, ia malah sedang memperhatikanku dari kejauhan

Aku suka caranya
Tak terlihat tapi ada

Seperti ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, kurasa kelelawar sepertinya pun bermetamorfosis
Kini, ia datang disaat langit terang
Ia pun tak lagi suka menyembunyikan raganya
Aku bisa melihatnya kapan pun juga
Ia terang-terangan menatapku di bawah cahaya lampu jalanan

Dan kini, aku akan menyebutnya pemberani, karena ia tak lagi suka bersembunyi dibalik pepohonan.
Aku bisa melihat bayangnya jelas dihadapanku dan ia pun dapat melihat bayanganku jelas dihadapannya
Mungkin, saat ini kita bisa saling memandang



Tapi aku suka caranya yang dulu
Tak terlihat tapi ada

Datang disaat malam
Bersembunyi dibalik pepohonan
Memperhatikannku dikegelapan

Aku suka menyebutnya kelelawar
Dan kuharap, tetaplah menjadi kelelawar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar